![]() |
| Foto: Pantauan aliran sungai citarum jembatan pakuncen Telukjambe timur. |
Deteksiar Karawang, Waspada dan antisipasi banjir akibat luapan Sungai Citarum yang kerap kali terjadi saat musim hujan tiba. Pantauan deteksiar hari ini Selasa, 12/11/2024 pukul 13:05 wib.
Warga dan pemerintah diharapkan waspada serta antisipasi karena berdasarkan dari pengalaman yang sudah terjadi tahun lalu dan sebelumnya untuk sekitaran warga di wilayah Kabupaten Karawang dari sejumlah daerah aliran sungai (DAS) Citarum - Cibeet, sungai Cikereteg, terdampak banjir.
Banjir bisa datang sewaktu-waktu, banjir adalah salah satu bencana yang paling sering terjadi selama musim hujan, sehingga memerlukan perhatian khusus. Penanggulangan banjir dilakukan untuk mengurangi wabah penyakit hingga mencegah terganggunya berbagai aktivitas masyarakat.
Berikut beberapa cara penanggulangan banjir dirangkum dari Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes
5 Upaya Penanggulan Banjir Saat Musim Hujan
1. Membuat Daerah Banyak Resapan
Beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengubah wilayah yang rawan banjir menjadi wilayah banyak resapan air adalah menambah resapan, melakukan penghijauan, dan reforestasi.
Menanam pohon dan vegetasi lain yang dapat membantu menyerap air hujan dan meningkatkan kapasitas resapan tanah adalah salah satu caranya. Kemudian membuat taman atau hutan kota dengan banyak pohon di daerah perkotaan
Selain itu, digalakkan pembuatan biopori atau membuat lubang resapan atau biopori yang berfungsi menyerap air ke dalam tanah, sehingga mengurangi risiko genangan air. Bisa juga membangun taman resapan dengan mengubah lahan kosong atau tidak terpakai diisi tanaman dan tanah permeabel.
2. Penanaman Pohon
Pohon memiliki kemampuan menyerap air dan mengurangi aliran permukaan yang berpotensi menyebabkan banjir. Oleh karena itu, aksi nyata penanaman pohon tidak boleh berhenti.
Tidak hanya pemerintah yang harus melakukannya, tetapi juga perlu mendorong partisipasi swasta yang massif. Tindakan harus dilakukan terus-menerus tanpa berhenti. Pohon harus cepat ditanam di area kosong untuk membuat sumber air baru.
3. Pengelolaan Sumber Daya Air
Sumber daya air memerlukan pengelolaan yang menyeluruh dan terus-menerus. Caranya dengan mengurangi keterlussianan sumber daya air seperti tanggul atau reservoir.
Lalu meningkatkan kapasitas penyimpanan air, membuat bendungan atau embung untuk mengontrol debit, dan menggunakan teknologi pengelolaan air yang semakin canggih untuk meningkatkan efisiensi penyimpanan air.
4. Membangun Tanggul Pengendali Banjir
Pemerintah harus membangun tanggul atau bendungan untuk mengontrol air. Namun, proses ini membutuhkan waktu lama dan dana yang cukup. Sehingga tidak bisa dilakukan pemerintah daerah karena menjadi kapasitas pemerintah pusat.
5. Membangun Kesadaran Masyarakat
Jika masyarakat tidak tahu cara menjaga lingkungannya sendiri, upaya apapun tidak akan berguna. Karena itulah dibutuhkan kesadaran dan pengetahuan bahwa hutan yang begitu luas tidak boleh lagi ditebang, karena hutan paling baik menyerap air.
Kemudian aktivitas tambang ilegal tidak boleh dilakukan karena dapat mendangkalkan sungai. Terpenting, masyarakat harus sadar tidak boleh membuang sampah sembarangan.
Terima kasih sudah membaca, Itulah beberapa upaya penanggulangan banjir saat musim hujan. Semoga artikel ini bermanfaat!
