DOA SANTRI MENYAMBUT PEMIMPIN KARAWANG MAJU

 

Foto Bintang 99

Deteksiar Karawang, Hasbunallah wani'mal wakil ni'mal maula wa ni'mannashir, itulah zikir sekaligus doa yang mengiringi statemen terahir yang di ucapkan H.Aep Syaepuloh pada closing statemen debat Cabup-Cawabup pilkada karawang, cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah sebaik-baik pelindung, setelah ikhtiar dan berusaha selanjutnya tawakal, menyerahkan hasil akhir pada ketetapan Allah. Untaian kalimat agung yang mewadahi seluruh proses perjalanan hidup manusia. Sampai-sampai seorang waliyullah, tokoh tasawuf, pendiri thoriqoh syadziliyah, beliau bernama Syekh Abul Hasan Syadzili menulis kitab khusus yang membahas keutamaan dan faidah kalimat tersebut dengan nama Assirul Jalil fi khowash hasbunallah wani'mal wakil.


Pertama-tama saya memandang H.Aep Syaepuloh tidak hanya sebatas sebagai cabup karawang, lebih dari itu beliau adalah "orang kaya" yang berani mengambil lintasan sejarah, menggadaikan kenyamanan pribadi dengan kelelahan dan kesibukan mengurus masyarakat karawang. H.Aep Syaepuloh merupakan sosok yang berorientasi bagaimana dirinya berguna bagi orang lain. Maka dengan melanjutkan kembali kepemimpinannya menjadi bupati karawang, sesungguhnya H.Aep Syaepuloh ingin melanjutkan kemanfaatannya yang tidak hanyak sebatas untuk dirinya tapi juga untuk orang banyak.


Al-muta'addi afdholu min Al-qashir, (yang manfaatnya meluas lebih utama dibanding yang manfaatnya terbatas). Demikian bunyi kaidah fiqih, menjelaskan tentang perbuatan yang manfaatnya berdampak kepada orang banyak itu pahalanya lebih utama dan lebih besar di banding perbuatan yang dampak manfaatnya hanya terbatas pada pelakunya.


Oleh karena itu, membuat kebijakan beasiswa karawang cerdas 20 Milyar dan menggratiskan buku LKS, lebih utama dari mengerjakan shalat sunnah, sebab dengan kebijakan tersebut ada banyak anak-anak yang tidak putus belajar.

Mengalokasikan anggaran untuk asuransi kesehatan UHC lebih utama di banding mengerjakan amalan yang hukumnya sunnah, sebab dengan keputusan tersebut berarti membantu menjaga keselamatan jiwa manusia (hifdzun nafs).


Begitupun kebijakan pembangunan infrastruktur jalan, pengerukan dan normalisasi saluran air (ijrau nahri), serta rehabilitasi atau membangun tempat belajar (ribathu tsaghri), merupakan amalan ibadah yang manfaatnya bisa dirasakan untuk orang banyak dan pahalanya akan terus mengalir bagi pemimpin yang membuat kebijakan tersebut.


Atas dasar itulah menjadi pemimpin yang amanah, kompeten dan adil sangat mulia dalam pandangan agama. Dengannya akan lahir aturan dan kebijakan yang dapat mementingkan dan menguntungkan rakyat. Karena dengan otoritasnya dapat mewujudkan kebaikan, kesejahteraan dan kemakmuran bagi rakyatnya.


Hal ini yang mendorong ulama salaf kita mengatakan" Andai kami mempunyai doa yang mustajab maka kami akan mendoakan penguasa. Sebab Allah dapat melakukan perbaikan terhadap banyak makhluk melalui kebaikan penguasa".


Selamat menggunakan hak pilih dalam rangka berikhtiar menemukan sosok pemimpin yang dapat membawa kabupaten karawang menjadi lebih baik dan lebih maju. Pemimpin yang berintegritas, jujur dan amanah. Mampu membuat kebijakan dan aturan sesuai dengan yang masyarakat butuhkan. Semoga pemimpin yang kita pilih sesuai dengan pemimpin yang diridhai oleh Allah SWT.


Allahumma la tusallith 'alaina bidzunubina man la yakhofuka wala yarhamuna “Ya Allah ya Tuhan kami, janganlah Engkau kuasakan (jadikan pemimpin) atas kami karena dosa-dosa kami, orang yang tidak takut kepadaMu dan tidak mempunyai belas kasihan kepada kami"

Oleh: AHMAD NAHROWI