Karang Taruna Karawang: Bonus Demografi 2,58 Juta Jiwa Perlu Arah Kebijakan Jelas
DETEKSIAR|KARAWANG, Karang Taruna Kabupaten Karawang mengingatkan pemerintah daerah untuk segera menyiapkan arah kebijakan dalam mengelola bonus demografi. Dengan proyeksi penduduk 2,58 juta jiwa pada 2025, usia produktif 16-30 tahun berpotensi menjadi kekuatan pembangunan atau sumber persoalan sosial.
Data Badan Pusat Statistik mencatat jumlah penduduk Karawang 2,57 juta jiwa pada 2024. Dominasi usia produktif seharusnya menjadi motor pembangunan. Tanpa pembinaan, kondisi ini rawan memicu persoalan sosial.
Ketua Umum Karang Taruna Kabupaten Karawang, Dr. (C). Dhani Sudirman, menilai gejala tersebut sudah terlihat. Kasus tawuran remaja, konsumsi minuman keras, hingga aktivitas di tempat hiburan yang memicu kontroversi sosial kerap ditangani aparat.
"Ini bukan sekadar penindakan. Kita sedang menghadapi dampak perubahan struktur demografi. Kalau tidak diantisipasi, efeknya bisa meluas," ujar Dhani.
Menurut Dhani, pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri. Keterlibatan masyarakat akar rumput menjadi kunci. Berdasarkan Peraturan Menteri Sosial Nomor 9 Tahun 2025, Karang Taruna merupakan wadah generasi muda dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
"Karang Taruna bukan pelengkap, tetapi instrumen sosial yang bisa bekerja langsung di tengah masyarakat," tegasnya.
Dhani menyatakan jajaran Karang Taruna yang tergabung dalam Aksi Masyarakat Karawang siap menjadi garda terdepan menjaga ketertiban sosial. Sekaligus mengawal pembangunan daerah agar tetap berpijak pada norma hukum dan nilai Pancasila.
"Karang taruna tetap berkomitmen menjaga investasi di daerah tapi juga berkomitmen menjaga karakter anak bangsa yang sesuai hukum dan ideologi Pancasila. Pancasila adalah sumber dari segala sumber hukum di Indonesia," katanya.
Untuk itu Dhani mendorong tiga langkah konkret dari pemerintah daerah. Pertama, audit berkala terhadap perizinan tempat hiburan. Kedua, meningkatkan transparansi data usaha legal. Ketiga, memperkuat sistem pengawasan berbasis teknologi dan partisipasi publik.
"Jika pemuda tidak diberi arah, energi besar itu akan bergerak sendiri dan tidak selalu ke arah yang positif," ujarnya.
Dhani meyakini bonus demografi merupakan peluang strategis yang tidak datang dua kali. Karang Taruna siap bersinergi dengan Pemerintah Daerah Karawang untuk mengelola momentum tersebut secara bijak. (Her)
